Naik terus..terus naik…
Indonesia memang negara yang paling tidak stabil. Apalagi kalo menyangkut ekonomi. Belum sempat menarik napas karena kenaikan harga minyak goreng yang gila-gilaan ditambah sulitnya memperoleh gas elpiji. Masyarakat semakin susah untuk hidup. Sepertinya pemerintah tidak mempunyai jalan lain maupun alternatif lain dalam mengendalikan situasi ekonomi yang mulai tidak teratur.
Ditambah lagi kemarin -15/04/2008- Pertamina kembali menaikkan harga BBM non-subsidi seperti pertamax, pertamax plus, pertamax dex, dan bio pertamax. Kenaikannya mulai Rp 100,- hingga Rp 250,- per liter. Berita selengkapnya mengenai kenaikan ini dapat dilihat di sini.
Dan dampaknya, saya juga harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli Pertamax ini. jika biasanya cukup dengan Rp 20.000,- saya bisa mendapatkan 2.4 liter untuk konsumsi kost-kantor selama tiga hari, tapi dengan kenaikan ini sepertinya saya harus semakin berhemat dalam penggunaan motor.
Sebenarnya bukan keinginan saya menggunakan pertamax. Akan tetapi kondisi motor lah yang mensyaratkan saya menggunakan pertamax. Sebab dengan kompresi 10.1:1 jika menggunakan premium akan berdampak pada kerusakan mesin dalam jangka waktu lama. Dan ketika browsing mencari tahu mengenai penggunaan premium atau pertamax, sebagian besar menyarankan supaya menggunakan pertamax. Daripada rusak mesin dan keluar biaya lebih , maka saya putuskan menggunakan pertamax.
Awal saya menggunakan pertamax, harganya masih sekitar 7.000-an dan sekarang sudah Rp 8.300,-. Meskipun begitu sepertinya tidak ada pilihan lain. Jadi saya tetap menggunakan pertamax ini, daripada nekat mengganti dengan premium yang lebih murah tapi berdampak pada mesin motor.
Cuma sampai kapan kenaikan ini terus berlangsung. Jangan-jangan bulan depan sudah naik lagi. Atau mungkin minggu depan? Masa iya harus naik busway yang katanya cepat anti macet tapi faktanya malah lambat dan kena macet juga?
Nasib…




